Artikel & Berita

Sudah Tahu Siapa Saja Mahrom Kita?

Sudah Tahu Siapa Saja Mahrom Kita?

Mungkin di antara kita ada yang tidak mengetahui apa itu Mahrom dan siapa saja yang termasuk mahromnya. Padahal mahrom ini berkaitan dengan banyak masalah. Seperti tidak bolehnya wanita bepergian jauh (bersafar) kecuali dengan mahromnya. Tidak boleh seorang laki-laki dengan wanita berduaan kecuali dengan mahromnya. Wanita dan pria tidak boleh jabat tangan kecuali itu mahromnya. Dan masih banyak masalah lainnya.

Pengertian Mahrom
Yang dimaksud mahrom adalah wanita yang haram dinikahi oleh laki-laki. Mengenai mahrom ini telah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آَبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا (22) حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (23) وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.” (QS. An Nisa’: 22-24)

Mahrom di sini terbagi menjadi dua macam:

  1. Mahrom Muabbad, artinya tidak boleh dinikahi selamanya
  2. Mahrom Muaqqot, artinya tidak boleh dinikahi pada kondisi tertentu saja dan jika kondisi ini hilang maka menjadi halal

1. Mahrom Muabbad
Dibagi menjadi tiga (Karena nasab, karena ikatan perkawinan (mushoharoh), dan karena persusuan (rodho’ah))

A. Mahrom muabbad karena nasab ada tujuh wanita
Pertama: Ibu – yang termasuk di sini adalah ibu kandungnya, ibu dari ayahnya, dan neneknya (dari jalan laki-laki atau perempuan) ke atas.
Kedua: Anak perempuan – yang termasuk di sini adalah anak perempuannya, cucu perempuannya dan terus ke bawah.
Ketiga: Saudara perempuan.
Keempat: Bibi dari jalur ayah (‘ammaat) – yang dimaksud di sini adalah saudara perempuan dari ayahnya ke atas. Termasuk di dalamnya adalah bibi dari ayahnya atau bibi dari ibunya.
Kelima: Bibi dari jalur ibu (khollaat) – yang dimaksud di sini adalah saudara perempuan dari ibu ke atas. Termasuk di dalamnya adalah saudara perempuan dari ibu ayahnya.
Keenam dan ketujuh: Anak perempuan dari saudara laki-laki dan saudara perempuan (keponakan) – yang dimaksud di sini adalah anak perempuan dari saudara laki-laki atau saudara perempuannya, dan ini terus ke bawah.

Sudah Kenal Dengan Mahram Anda Dari Sisi Nasab ?

B. Mahrom muabbad karena ikatan perkawinan (mushoro’ah) ada empat wanita
Pertama: Istri dari ayah.
Kedua: Ibu dari istri (ibu mertua). Ibu mertua ini menjadi mahrom selamanya (muabbad) dengan hanya sekedar akad nikah dengan anaknya (tanpa mesti anaknya disetubuhi), menurut mayoritas ulama. Yang termasuk di dalamnya adalah ibu dari ibu mertua dan ibu dari ayah mertua.
Ketiga: Anak perempuan dari istri (robibah). Ia bisa jadi mahrom dengan syarat si laki-laki telah menyetubuhi ibunya. Jika hanya sekedar akad dengan ibunya namun belum sempat disetubuhi, maka boleh menikahi anak perempuannya tadi. Yang termasuk mahrom juga adalah anak perempuan dari anak perempuan dari istri dan anak perempuan dari anak laki-laki dari istri.
Keempat: Istri dari anak laki-laki (menantu). Yang termasuk mahrom juga adalah istri dari anak persusuan.

C. Mahrom muabbad karena persusuan (rodho’ah)

  1. Wanita yang menyusui dan ibunya.
  2. Anak perempuan dari wanita yang menyusui (saudara persusuan).
  3. Saudara perempuan dari wanita yang menyusui (bibi persusuan).
  4. Anak perempuan dari anak perempuan dari wanita yang menysusui (anak dari saudara persusuan).
  5. Ibu dari suami dari wanita yang menyusui.
  6. Saudara perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.
  7. Anak perempuan dari anak laki-laki dari wanita yang menyusui (anak dari saudara persusuan).
  8. Anak perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.
  9. Istri lain dari suami dari wanita yang menyesui.

Adapun jumlah persusuan yang menyebabkan mahrom adalah lima persusuan atau lebih. Inilah pendapat Imam Asy Syafi’i, pendapat yang masyhur dari Imam Ahmad, Ibnu Hazm, Atho’ dan Thowus. Pendapat ini juga adalah pendapat Aisyah, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Zubair.

2. Mahrom Muaqqot
Artinya, mahrom (dilarang dinikahi) yang sifatnya sementara. Wanita yang tidak boleh dinikahi sementara waktu ada delapan.
Pertama: Saudara perempuan dari istri (ipar). Tidak boleh bagi seorang pria untuk menikahi saudara perempuan dari istrinya dalam satu waktu berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun jika istrinya meninggal dunia atau ditalak oleh si suami, maka setelah itu ia boleh menikahi saudara perempuan dari istrinya tadi.
Kedua: Bibi (dari jalur ayah atau ibu) dari istri.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا وَلاَ عَلَى خَالَتِهَا

Tidak boleh seorang wanita dimadu dengan bibi (dari ayah atau ibu) -nya.” (HR. Muslim no. 1408)

Namun jika istri telah dicerai atau meninggal dunia, maka laki-laki tersebut boleh menikahi bibinya.

Ketiga: Istri yang telah bersuami dan istri orang kafir jika ia masuk Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.” (QS. An Nisa’: 24)

Jika seorang wanita masuk Islam dan suaminya masih kafir (ahli kitab atau agama lainnya), maka keislaman wanita tersebut membuat ia langsung terpisah dengan suaminya yang kafir. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ وَآَتُوهُمْ مَا أَنْفَقُوا وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ إِذَا آَتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ

Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya.” (QS. Al Mumtahanah: 10)

Keempat: Wanita yang telah ditalak tiga, maka ia tidak boleh dinikahi oleh suaminya yang dulu sampai ia menjadi istri dari laki-laki lain.

Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يَتَرَاجَعَا إِنْ ظَنَّا أَنْ يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.” (QS. Al Baqarah: 230)

Kelima: Wanita musyrik sampai ia masuk Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” (QS. Al Baqarah: 221)

Yang dikecualikan di sini adalah seorang laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab. Ini dibolehkan berdasarkan firman Allah Ta’ala,

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آَتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik.” (QS. Al Maidah: 5)

Adapun wanita muslimah tidak boleh menikah dengan laki-laki ahli kitab atau laki-laki kafir. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ

Maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al Mumtahanah: 10)

Keenam: Wanita pezina sampai ia bertaubat dan melakukan istibro’ (pembuktian kosongnya rahim).

Tidak boleh menikahi wanita pezina kecuali jika terpenuhi dua syarat:
(a) Wanita tersebut bertaubat.

Allah Ta’ala berfirman,

الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin” (QS. An Nur: 3)

Dengan taubat-lah yang akan menghilangkan status sebagai wanita pezina. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ

Orang yang bertaubat dari suatu dosa seakan-akan ia tidak pernah berbuat dosa itu sama sekali.” (HR. Ibnu Majah no. 4250. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

(b) Istibro’ yaitu menunggu satu kali haidh atau sampai bayi dalam kandungannya lahir. Inilah pendapat Imam Ahmad dan Imam Malik. Inilah yang lebih tepat.

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ وَلاَ غَيْرُ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً

Wanita hamil tidaklah disetubuhi hingga ia melahirkan dan wanita yang tidak hamil istibro’nya (membuktikan kosongnya rahim) sampai satu kali haidh.”[2] (HR. Abu Daud no. 2157. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ketujuh: Wanita yang sedang ihrom sampai ia tahallul.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَنْكِحُ الْمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكَحُ وَلاَ يَخْطُبُ

Orang yang sedang berihram tidak diperbolehkan untuk menikahkan, dinikahkan dan meminang.” (HR. Muslim no. 1409, dari ‘Utsman bin ‘Affan)

Kedelapan: Tidak boleh menikahi wanita kelima sedangkan masih memiliki istri yang keempat.

Allah Ta’ala berfirman,

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ

Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat” (QS. An Nisa’: 3)

Bagi kaum muslimin dilarang menikahi lebih dari empat istri. Kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh menikahi lebih dari empat istri dan boleh menikah tanpa mahar.

Inilah pembahasan singkat mengenai mahrom. Semoga bermanfaat. Wa billahit taufiq. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.

Referensi: Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik hafizhohullah, 3/76-96, Al Maktabah At Taufiqiyah.
Sumber: rumaysho.com

Wakaf Pembebasan Tanah Untuk Ma’had Tahfidzul Qur’an Izzah Zam Zam

Mau hartamu abadi dan jariah terus mengalir ?
Ayo berwakaf, karena hartamu yang sesungguhnya adalah apa yang kamu sedekahkan.

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”
(QS Ali Imran: 92).

Ayo Bantu Wakaf Pembebasan Tanah Untuk Ma’had Tahfidzul Qur’an !!!

  • Luas Tanah : 5.000 m2
  • Dana yang dibutuhkan : 375.000.000
  • Alamat Tanah Pembebasan : Gledegan, Karanglor, Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Dicari Orang Baik !!

Semoga dengan bantuan Kaum Muslimin dan partisipasi dari para donatur Allah permudah semuanya dan segera terwujud Ma’had Tahfidzul Qur’an Izzah Zam Zam.

Laporan sementara dana wakaf yang masuk / 20 Mei 2021
(1) Sri kustini : 500.000
(2) Hamba Allah : 750.000
(3) Farah Diba : 500.000
(4) Bani Toyyibi : 10.000.000
(5) Iriana : 1.000.000
(6) Ali : 1.000.000
(7) Sulardi : 200.000
(8) Hariningsih: 100.000
(9) Subini : 100.000
(10) Hamba Allah : 110.000
(11) Abu Bakar Baktir (Alm) & Bapak Ibu Sutarmi (Alm, Almh) : 30.000.000
(12) Hamba Allah : 1.875.000
(13) Keluarga Nurhaini: 2.000.000
(14) Hamba Allah : 750.000
(15) Zuhdiyah 300.000
(16) Hamba Allah : 225.000
(17) Siti Munawwarah : 200.000
(18) Yuria : 300.000
(19) Hamba Allah 300.000
(20) Hamba Allah 400.000
(21) Hadhirotul Mukosiyah: 300.000
(22) Heri Kreasindo 2.785.000
(23) Retno 1.000.000
(24) Puji 500.000
(25) Lastri 1.000.000
(26) Desi Wijayanti 200.000
(27) Mukarom 900.000
(28) Atik 500.000
(29) Endang Ungsiati 375.000
(30) Hamba Allah 1.000.000
(31) Dyah Purwani 450.000
(32) Hamba Allah 1.000.000
(33) Hamba Allah 150.000
(34) Hamba Allah 200.000
(35) Purwanti 800.000
(36) Vicky 300.000
(37) Hamba Allah 300.000
(38) Hamba Allah 750.000
(39) Lisa 500.000
(40) Aini 500.000
(41) Hamba Allah 600.000
(42) Hamba Allah 450.000
(43) Hamba Allah 1.000.000
(44) Hamba Allah 200.000
(55) Hamba Allah 1.000.000
Total sementara: 67.370.000

Ayo Bantu Wakaf Pembebasan Tanah Untuk Ma’had Tahfidzul Qur’an Izzah Zam Zam

Konfirmasi Setelah Transfer:
085773779746
[ Ust. Agung ] | 082133544723 [ Ust. Iqbal ]

Dengan Cara Ketik :
Nama#jumlah donasi#DONASI PEMBEBASAN LAHAN MA’HAD IZZAH ZAMZAM

Mari jadikan harta yang Allah amanahkan kepada kita sebagai bekal dan investasi untuk meraih kebahagiaan yang hakiki nan abadi di akhirat kelak.

Semoga Allah membalas segala kebaikan anda dengan kebaikan yang lebih baik,banyak dan berkah.Serta menjadikan simpanan kebaikan dihari yang tak lagi berguna harta dan anak anak kita…

Jazaakumullahu Khairan wa Barakallahu fiikum

Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

Bagaimana cara mendapatkan malam Lailatul Qadar?
Apa saja ibadah yang dilakukan pada malam tersebut?
Perlu diketahui bahwa Lailatul Qadar itu terjadi dari waktu malam dimulai yaitu tenggelamnya matahari hingga terbit fajar.

Dalil akan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)

Bagaimana Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan Lailatul qadar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak mesti seluruh malam. Ada ulama yang mengatakan bahwa menghidupkannya bisa hanya sesaat.
Sebagaimana dinukil oleh Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula sampai pada Ibnu ‘Abbas disebutkan,

أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَ يَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ

“Menghidupkan lailatul qadar bisa dengan melaksanakan shalat Isya’ berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Shubuh secara berjama’ah.”

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

“Siapa yang menghadiri shalat berjama’ah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Dalam perkataan Imam Syafi’i yang qadim (yang lama),

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.” Semua perkataan di atas diambil dari Lathaif Al-Ma’arif, hal. 329.

Apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’i dan ulama lainnya di atas sejalan dengan hadits dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).

Amalan pada Malam Lailatul Qadar

Menghidupkan malam Lailatul qadar bukan hanya dengan shalat saja, bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al Qur’an. Namun amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam Lailatul qadar, berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Bisa juga kita mengamalkan do’a yang pernah diajarkan oleh Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam jikalau kita bertemu dengan malam Lailatul Qadar yaitu do’a:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Berarti amalan pada malam Lailatul qadar bisa dengan:

  • Perbanyak Shalat sunnah
  • Perbanyak Do’a: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
  • Perbanyak Tilawah Al-Qur’an
  • Perbanyak Dzikir

Semoga kita dimudahkan meraih keutamaan Lailatul Qadar yang ibadah di dalamnya dapat dilipatgandakan hingga 1000 bulan ibadah.
Aamin Yaa Mujibbas Saa-ilin.

7 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

7 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Edisi kali ini kita akan melihat keistimewaan Lailatul Qadar yang begitu utama dari malam lainnya.

1- Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur’an

Ibnu ‘Abbas dan selainnya mengatakan, “Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 403). Ini sudah menunjukkan keistimewaan Lailatul Qadar.

2- Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan

Allah Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3). An Nakho’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 341). Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. (Zaadul Masiir, 9: 191). Ini sungguh keutamaan Lailatul Qadar yang luar biasa.

3- Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3). Malam penuh berkah ini adalah malam ‘lailatul qadar’ dan ini sudah menunjukkan keistimewaan malam tersebut, apalagi dirinci dengan point-point selanjutnya.

4- Malaikat dan juga Ar Ruuh -yaitu malaikat Jibril- turun pada Lailatul Qadar.

Keistimewaan Lailatul Qadar ditandai pula dengan turunnya malaikat. Allah Ta’ala berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar: 4)

Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Al Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir -yaitu majelis ilmu-. Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407)

Malaikat Jibril disebut “Ar Ruuh” dan dispesialkan dalam ayat karena menunjukkan kemuliaan (keutamaan) malaikat tersebut.

5- Lailatul Qadar disifati dengan ‘salaam’

Yang dimaksud ‘salaam’ dalam ayat,

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadr: 5) yaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut baik berbuat jelek atau mengganggu yang lain. Demikianlah kata Mujahid (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407). Juga dapat berarti bahwa malam tersebut, banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena mereka melakukan ketaatan pada Allah (pada malam tersebut). Sungguh hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari Lailatul Qadar.

6- Lailatul Qadar adalah malam dicatatnya takdir tahunan

Allah Ta’ala berfirman,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4). Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki. Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak dan ulama salaf lainnya.

Namun perlu dicatat -sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah­ dalam Syarh Muslim (8: 57) bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malikat dan ia akan mengetahui yang akan terjadi, lalu ia akan melakukan tugas yang diperintahkan untuknya.

7- Dosa setiap orang yang menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ akan diampuni oleh Allah

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan bahwa yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya’. (Lihat Fathul Bari, 4: 251)

Ya Allah, mudahkanlah kami meraih keistimewaan Lailatul Qadar dengan bisa mengisi hari-hari terakhir kami di bulan Ramadhan dengan amalan sholih.

Sumber: Rumaysho.com

Yuk Bantu Renovasi Fasilitas Rumah Qur’an Markaz Izzah

Yayasan Izzah Zam Zam merupakan salah satu yayasan yang didirikan berlatar belakang dari keprihatinan terhadap kondisi umat khususnya generasi penerus bangsa di negeri ini. Jika kita melihat kondisi generasi sekarang ini, semakin hari semakin kurang dalam menunjukan kebanggaan terhadap agamanya yaitu Islam, seakan hanya untuk formalitas dan beriorentasi terhadap dunia semata.

Gelombang modernisasi dengan globalisasi memberikan ruang yang sangat luas pada generasi muda untuk dapat mengakses banyak hal dari luar yang menyebabkan kualitas iman dan akhlak yang menurun. Banyak pengaruh negatif yang saat ini menyebar di masyarakat. Hal ini yang mendasari didirikannya Yayasan Izzah Zam Zam Surakarta untuk berperan aktif dalam membangun kembali kecintaan terhadap agama mulai dari pendidikan akhidah dan pendidikan-pendidikan lainnya. Salah satu tujuan kami adalah dapat melahirkan banyak generasi penghafal Qur’an yang berakhlak mulia dan berintelektual tinggi.

Yayasan Izzah Zam Zam berdiri pada 19 September 2019 di Kota Surakarta, Adapun beberapa program-program kami adalah sebagai berikut:

Pendidikan
1. Pelatihan Bahasa Arab (Madinatul Lughah)
2. Tahsin Qur’an
3. Tahfidz Qur’an

Sosial Kemanusiaan
1. Sedekah Berkah umat
2. Santunan Dhuafa & Yatim
3. Santuanan Da’i Pedalaman & Fiisabilillah
4. Penyaluran Air Bersih
5. Wakaf Al Qur’an & Iqro’

Dakwah
1. Dakwah Sosial Media
2. Kajian & Khutbah Jum’at

Baca Juga: Muqoyam Qur’an Ramadhan

Saat ini kami fokus mengembangkan Program Pendidikan melalui Rumah Qur’an Markaz Izzah. Dalam program pendidikan ini terdapat beberapa program yang menjadi unggulan yaitu Bahasa Arab dan Tahfidz Qur’an. Serta tambahan program pendidikan Ilmu dan Teknologi (IT) sebagia bekal anak didik di era modernisasi.

Antusiasme dari lingkungan sekitar sangat baik menyambut program ini, maka dari itu, banyak hal yang ingin kami tingkatkan khususnya fasilitas demi keadaan yang kondusif, nyaman ketika pembelajaran berlangsung, kami berharap dapat mewujudkan keadaan yang lebih baik bagi anak didik kami.

Demi meningkatkan kualitas, salah satunya kami memiliki pengajar sekaligus pembina bersanad yang berasal dari Cairo, Mesir, yaitu Syaikh Mahmoud Al Hawari Al Mishry. Selain itu kami juga memiliki beberapa ustadz pengajar lokal dari indonesia lulusan timur tengah. Insyaa Allah dengan pengalaman beliau-beliau akan tumbuh banyak anak didik yang cinta Al Qur’an dengan kualitas pribadi yang baik serta mampu menyebarkan banyak kebaikan dipenjuru negeri.

Kami memiliki anak didik dari berbagai macam latar belakang, tetapi sebagian dari kami adalah fakir miskin dan dhuafa. Kami berkomitmen untuk tidak menarik biaya kepada mereka atau Gratis sampai pendidikan selesai. Kami juga akan membantu bila ada anak didik kami yang ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yaitu Universitas Islam Madinah (UIM). Inshaa’Allah ditangan-tangan merekalah bangsa ini kedepan akan maju bersama Al Quran dan sunnah.

Untuk itu, mari bersama-sama khususnya di momentum bulan Ramadhan ini bantu mereka mendapatkan pendidikan dan ilmu yang layak, kebaikan yang dimulai sekarang akan membawa kita pada kehidupan akhirat yang lebih baik.

Baca Juga: Cara Mendaftar di UIM

Untuk mempermudah kami melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com. Untuk melakukan donasi cukup klik tombol dibawah ini.

Perbaikan Fasilitas Rumah Qur’an Markaz Izzah

Surakarta – Yayasan Izzah Zam Zam saat ini fokus mengembangkan Program Pendidikan melalui Rumah Qur’an Markaz Izzah. Dalam program pendidikan ini terdapat beberapa program yang menjadi unggulan yaitu Bahasa Arab dan Tahfidz Qur’an.

Antusiasme dari lingkungan sekitar sangat baik menyambut program ini, dengan begitu banyak hal yang ingin kami tingkatkan khususnya fasilitas demi kenyamanan ketika pembelajaran berlangsung, kami berharap mewujudkan keadaan yang lebih baik bagi wadah masyarakat yang ke depan akan sangat bermanfaat untuk umat.

Demi meningkatkan kualitas, kami memiliki pengajar sekaligus pembina bersanad yang berasal dari Cairo, Mesir, Syaikh Mahmoud Al Hawari Al Mishry. Insyaa Allah dengan pengalaman beliau akan tumbuh banyak anak didik yang cinta Al Qur’an dengan kualitas pribadi yang baik serta mampu menyebarkan banyak kebaikan dipenjuru negeri.

Baca Juga: Muqoyam Qur’an Ramadhan 1442 H

Anak didik kami beberapa berasal dari fakir miskin dan dhuafa yang memang dari segi finasial dikategorikan kurang mampu, tetapi tidak dengan semangat belajar mereka yang tinggi dalam memperoleh ilmu untuk bekal masa depan kelak.

Untuk itu, mari bantu mereka mendapatkan pendidikan dan ilmu serta fasilitas yang layak, kebaikan yang dimulai sekarang akan membawa kita pada kehidupan akhirat yang lebih baik.

Baca Juga: Ilmu Tajwid Dasar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Kami bekerjasama dengan kitabisa.com untuk proses penggalangan dana dalam Perbaikan fasilitas Markaz Izzah. Dana yang terkumpul akan kami alokasikan semua untuk kepentingan pendidikan di Markaz Izzah. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Aamiin.

Silahkan klik link dibawah ini untuk Donasi.

Muqoyam Qur’an

Muqoyam berasal dari bahasa Arab yang berarti Berkemah atau biasa disebut camping. Kegiatan ini biasanya dilakukan diluar ruangan atau outdoor dengan tujuan melatih fisik, kemadirian serta kerjasama. Sedangkan Muqoyam Quran akan dilaksanakan di dalam ruangan yaitu di Markaz Izzah dan lebih dititik beratkan kepada pelatihan Al Quran serta ilmu-ilmu agama.

Untuk Program Muqoyam Quran ini akan dilaksanakan pada awal bulan Ramadhan 2021 dengan sasaran siswa Sekolah Dasar kelas 3 sampai kelas 6.

Fasilitas:
1. Tempat tidur
2. Ta’jil makanan sahur & buka puasa
3. Al Qur’an Hafalan
4. Sertifikat Muqoyam
5. Murojaah Intensif
6. Tahsin Bersanad
7. Dongeng Islami
8. Musrih Hafidz

Pelaksanaan:
1. 16 – 18 April & 30 April – 2 Mei 2021 ( Khusus laki-laki)
2. 23 – 25 April & 7 – 9 Mei 2021 (Khusus perempuan)

Syarat:
1. Anak usia setara kelas 3 – 6 Sekolah Dasar/ sederajat
2. Quota Terbatas cuma 20 peserta

Tempat:
Markaz Izzah – Yayasan Izzah Zam Zam Surakarta
Jl. Satrio Wibowo Selatan No. 4 Purwotomo, Purwosari, Laweyan, Surakarta

Infaq:
/Siswa Rp. 280.000,-
dibayarkan langsung atau bisa ditransfer ke;
BNI Syari’ah 2021200127
An. Yayasan Izzah Zam Zam

(kirimkan bukti transfer ke 082133544723)



Tasyakuran Pembukaan Markaz Izzah

Yayasan Izzah Zam Zam Surakarta, minggu 21/03/2021 – Tasyakuran Pembukaan Markaz Izzah berlangsung sangat lancar dan mendapatkan antusias yang sangat baik dari warga sekitar. “Kami sangat senang dengan adanya Markaz Izzah ini di wilayah Purwotomo, semoga dengan adanya tempat ini dapat berguna dan bermanfaat bagi umat muslim khususnya warga Purwotomo” tutur ibu Harjanti selaku Ketua RT.

Markaz Izzah terletak di Purwotomo Laweyan Surakarta.

Acara yang berjalan sekitar 2 jam ini berlangsung dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00 wib dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Acara dipimpin langsung oleh Ustadz Habibi Iqbal Hidayat selaku Ketua Yayasan Izzah Zam Zam Surakarta sekaligus Koordinator Markaz Izzah. Sebagai rasa syukur dan perkenalan, kami turut mengundang warga sekitar, Ketua RT, Ketua RW, Perwakilan Polsek setempat dan Dr.dr. Pamudji Utomo beserta istri dr. Erlin yang diwakili oleh putranya yaitu dr. Abdul Rasyid, beliau adalah orang yang memberikan kami sebuah amanah yang sangat besar dan luar biasa yaitu sebuah rumah yang kami gunakan untuk Markaz Izzah saat ini atas rekomendasi dari Dr. dr Pamudji Utomo.

Markaz izzah merupakan merupakan tempat pusat pembelajaran yang berada dibawah naungan Yayasan Izzah Zam Zam Surakarta dengan beberapa program diantaranya adalah; Tahfidz Qur’an, Tahsin Qur’an, Muqoyam Qur’an serta program unggulan kami yaitu Madinatul Lughah atau Pelatihan Bahasa Arab.

Kami hadirkan juga para tamu Asatidz dan para pengajar di Markaz izzah beberapa diantaranya adalah Syaikh Mahmud Hamzawi asal mesir beserta Ustadz Sutarno yang akan mengampu Madinatul Lughah Pelatihan Bahasa Arab serta Ustadz Aqil sebagai Koordinator program Tahfidz Qur’an.

dr. Abdul Rasyid, Syaikh Mahmud Hamzawi, Ust. Habibi Iqbal Hidayat, Ust. Agil dan Ust. Sutarno

Misi kami dengan adanya Markaz Izzah ini adalah ingin membumikan Al Quran di Indonesia khususnya di Kota Solo serta ingin menjadikan solo sebagai Kota Bahasa Arab. Salah satu tujuan kami adalah agar para generasi penerus bangsa ini memiliki akidah dan akhlak yang mulia.

Ilmu Tajwid Dasar

PEMBAGIAN HUKUM NUN SUKUN DAN TANWIN

  1. الإظهار (Idzhar)

Secara bahasa memiliki arti jelas. Menurut istilah, idzhar adalah bertemunya nun mati atau tanwin dengan salah satu huruf halqiyyah (tenggorokan).

Cara membaca : Jelas tanpa didengungkan dan disamarkan

Huruf Halqiyyah : ا , ح , خ ,ع , غ , ه

Contoh idzhar halqy :

TanwinNun Mati+الإِظهار
وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيْمًامَنْ أْمَنَ باللّهِء
اِنَّهَا كَلِمَةً هُوَ قَائِلهافَمَا لَهُ مِنْ هادٍه
فِيْهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌقُلْ مَنْ حَرَّمَ زِيْنَةَ اللّهِح
وَحُوْرٌعِيْنٌكَمَثَ الَّذِيْ يَنعِقُع
اِنَّ اللّهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌمِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنَّ خَرْدَلٍخ
وَمِنْ وَرَآئِهِ عَذَبٌ غَلِيْظوَلاَطَعَامٌ إلاَّ مِنْ غِسْلِيْنٍغ
  • الإدْغَامُ  (Idgham)

Secara bahasa memiliki arti memasukkan. Secara istilah Idgham adalah bertemunya nun mati atau tanwin dengan huruf-huruf ي , ن , م , و , ل  dan  ر. Cara membaca Idgham adalah dengan meleburkan nun mati atau tanwin pada huruf setelahnya sehingga tampak seperti huruf yang bertasydid.

  1. Idgham bighunnah, apabila nun mati atau tanwin bertemu ن, م, و danي

Cara membaca : memasukkan disertai ghunnah (dengung).

  • Idgham bilaghunnah, apabila nun mati atau tanwin bertemu ل dan ر

Cara membaca : memasukkan tidak disertai ghunnah (dengung)

Contoh Idgham bighunnah dan Idgham Bilaghunnah

TanwinNun Mati+ادغام بغنّة
عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَامَنْ يَشَأِ اللّهُي
كُنَّا عِظَا مًا نَخِرَةًوَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍن
مِنْ مَاءٍ مَهِيْنٍفِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍم
ظُلمًاوَعُلُوًاوَمَا لَهُمْ مِنْ دُوْ نِهِ مِنْ وَالٍو
مِنْ طِيْنٍ لأَزِبٍمِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةًلادغام بلا غنّة
غَفُوْ رًا رَحِيْمًاإِلأّ مَنْ رَحِمَ رَبِّيْر

Catatan :

Kecuali dari hal di atas, bila nun mati atau tanwin bertemu wawu atau ya’ dalam satu kata, tidak boleh di-idghamkan, tetapi harus dibaca jelas dan disebut sebagai idzhar wajib, yaitu دُنْيَا, صِنْوَانٌ,   dan  بُنْيَانٌ, قْنْوَانٌ

  • اللإقْلاَبُ (iqlab)

Secara bahasa memiliki arti mengubah. Secara istilah, iqlab adalah pengucapan nun mati atau tanwin yang bertemu dengan huruf ب . Cara membacanya dengan mengubah suara nun mati atau tanwin menjadi mim ke dalam huruf ب disertai dengan ghunnah, sebagian ulama ada yang membaca dengan cara ikhfa’ terlebih dahulu kemudian disempurnakan dan dimasukkan ke dalam huruf ب.

Contoh bacaan iqlab:

TanwinNun Mati+اقلاب
عَلِيْمٌ بِذَا تِ الْصُّدُوْرِمِنْ بَعْدِ ذَلِكَب
  • اللإقْلاَبُ (iqlab)

Secara bahasa memiliki arti samar. Secara istilah, ikhfa’ adalah pengucapan nun mati atau tanwin dengan memiliki sifat di antara idzhar dan idgham dengan tetap memperhatikan bacaan ghunnah (dengan) dan tanpa disertai tasydid.

Huruf ikhfa’ adalah ذ ,ث ,ك ,ج , ش ,ق ,س , د ,ط ,ز ,ف ,ت ,ض ,ظ  dan ص

Cara membaca : disamarkan yaitu diantara idzhar dan idgham dengan menetapkan ghunnah).

Contoh bacaan ikhfa’ :

TanwinNun Mati+ 
رِيْحًا صَرْ صَرًافَا نْصُرْنَاص
كُلٌّ نَفْسٍ ذًا ئِقَةُ اْلمَوْتِمِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْشَىذ 
مَا ءًثًجَّا جًاأدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِث 
إِنْ هَذَا إِلاَّ مَلَكٌ كَرِيْمٌمِنْ كَأَسٍ كَانَ مِزَا جُهَاك 
فَصَيْرٌ جَمِيْلٌمَنْ جَآ ءَ بِالْحَسَنَةِج 
مِنْ نَبَا تٍ شَتَّىوَمَن شَآءَ فَليَكْفُرْش 
عَلْيْمًا قَدِيْرًامِنْ قَبْلِ أنْ يُقْضَىق 
بَشَرًا سَوِيَّانَسْيًا مَنْسِيَّاس