Haji Tidak Berangkat, Badal Haji jadi Alternatif ?

Haji Tidak Berangkat, Badal Haji jadi Alternatif ?

AMANU.CO.ID-Surakarta, Badal haji adalah salah satu alternative ibadah yang sering digunakan masyarakat untuk meng-hajikan orang yang sudah wafat atau yang tidak mampu untuk melakukan aktivitas ibadah haji. Disaat pandemi covid-19 yang masih berlangsung masih ada biro yang menawarkan badal haji pada tahun ini, padahal adanya pembatasan kuota haji yang diberlakukan oleh pihak Arab Saudi. Kenyataannya Kerajaan Arab Saudi membuka pendaftaran haji melalui sistem online hanya untuk 10 ribu jama’ah saja, diantaranya terdiri dari 70% warga asing di Arab Saudi dan sisanya 30% warga Arab Saudi. Tahap awal haji tahun ini mengharuskan para jama’ah mengisi formulir pendaftaran melalui situs pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga :

Haji 2020 Resmi dilaksanakan

Diantara persyaratan yang tertulis dalam sistem online menyatakan bahwa harus belum pernah melaksanakan haji sebelumnya.
Dan Pada kenyataannya dilapangan banyak biro yang masih membuka badal haji dengan harga yang normal , karena dalam kenyataannya setelah ditelusuri ada biaya yang melambung tinggi dari biasanya, yaitu biaya tasyrih atau yang disebut juga izin haji yang pada tahun lalu berkisar SAR 3000 – 6000 . dan sangat mungkin pada tahun ini harga yang dipatok tentu melebihi harga tersebut.

Sebagai biro resmi yang beroperasi dan berkantor pusat di Kota Solo kami mempertanyakan kepada yang masih menawarkan badal haji bagaimana mereka menjamin penyelenggaraan ibadah haji yang padahal ada pembatasan kuota.
Direktur Operasional PT AMANU, Habibi Iqbal Hidayat menyebutkan bahwa tahun ini  tidak menerima badal haji karena hal-hal diatas serta biaya yang tidak pasti dari  Pihak Arab Saudi. Jika pun tetap ada yang ingin membadalkan haji tentu sangat beresiko dan sulitnya mencari orang setempat yang bisa membadalkan haji karena pembatasan jumlah jama’ah.

Demikian informasi terkait haji tahun ini semoga bermanfaat dan kita dimudahkan untuk beribadah ke tanah suci dalam waktu mendatang.

Baca Juga :

Manasik Umroh Gratis

Banyak jalan menuju Baitullah

Kalimat ini mungkin dimirip-miripkan dengan kalimat “Banyak jalan menuju Roma” yang artinya banyak jalan atau banyak cara mencapai tujuan dan keinginan.

Ini cerita saya 2 tahun yang lalu, maaf kalau tulisanya belepotan maklum bukan penulis cerita. Hehe

Saya adalah seorang lelaki berumur 30 tahun, sudah beristri tapi belum dikaruniai keturunan. Saya menikah ditahun 2009 dengan seorang wanita pujaan hati yang dapat menerima keadaan saya. Saat ini saya bekerja di sebuah pabrik swasta yang bergerak dalam produksi garmen dengan gaji yang alhamdulillah cukup untuk makan dan sewa kamar tidur dan sedikit untuk ditabung.

Tepatnya 2 tahun yang lalu saya mendapatkan hadiah yang luar biasa dari Allah yaitu berangkat umroh tanpa biaya.

Bermula saat itu saya tiba-tiba ingin berangkat umroh. Keinginan itu muncul ketika setelah melihat beberapa video di sosial media. Bagaimana Allah begitu mudahnya menggerakkan hati saya melalui video itu. Rasanya kok meleleh hati ini melihat indahnya keadaan disana. Apalagi setelah browsing-browsing tentang beberapa keutaman umroh. Saat itu ada satu hal yang sangat menarik perhatian saya yaitu dikabulkanya doa di Multazam. Secara dikeluarga saya belum di anugerahi keturunan dan ingin sekali disegerakan.

Saya curhat dengan istri kalau ingin berangkat umroh, tapi istri cuma tersenyum tanpa terucap satu kata, entah apa maksudnya. Saya tahu mungkin memang karena kita tidak ada biaya, buat nabung aja susah apalagi Umroh. Sempat niatan itu pupus karena sadar hanya impian belaka. Ya sudahlah saya anggap itu cuma keinginan sesaat saja lama-lama juga akan lupa. Tapi anehnya setiap hari ada saja bayangan tentang umroh. Setiap cek feed sosial media ada aja video tentang mekkah dan madinah, pas lewat dijalan mata ini seakan diarahkan untuk melihat iklan umroh di baliho-baliho padahal sebelumnya nggak pernah tuh lihat apalagi baca. Berselang beberapa hari, ehhh tiba-tiba ada broadcast dari temen yang isinya menawarkan umroh murah yang saat itu cuma 20 juta padahal sebelumya juga nggak pernah chating-chatingan. Tambah aneh kan? dari pada penasaran akhirnya saya pura-pura tanya kabar, tanya ini itu panjang kali lebar lah pokoknya.

Kemudian saya ditawari buat bantu jual paket umroh dengan bonus 1 juta per jamaah. Saat itu saya berpikir kalau saya dapat 20 orang saya dapat fee 20 juta, bisa tuh buat berangkat umroh.

Mulailah saya mencoba menawarkan ke beberapa teman, pasang status distory dan mencoba sebar brosur layaknya seorang marketing umroh.
Qodarullah seorang HRD tempat saya bekerja melihat status story di media sosial dan akhirnya saya dipanggil untuk menjelaskan tentang paket umroh itu. Ternyata dan baru saya tahu kalau di tempat saya bekerja memang ada program umroh gratis untuk petinggi dan karyawan terbaik. Bahkan setiap tahunnya minimal 20an orang yang di berangkatkan.

Singkat cerita HRD saya cocok dengan paket umroh yang saya sampaikan, dan akhirnya fix mendaftarkan 20 karyawan dan beberapa petinggi di perusahaan tempat saya bekerja. Saat itu saya berharap dapat juga gratis umroh dari perusahaan tp nggak mungkin juga karena yang di berangkatkan adalah karyawan tetap.

Alhamdulillah saya dapat 20 jamaah yang bonusnya bisa buat berangkat umroh. Tercapai sudah impian saya untuk umroh. Tapi ada satu hal lagi yang mengganjal dihati yaitu istriku. Bagaimana mungkin saya beribadah umroh sendiri sedangkan saya sudah berjanji untuk bersama sama dalam kebaikan bersama istriku. Sebelum ini istri saya sering bilang pas mau tidur ” yah nanti kalo umroh bunda ikut ya”   Selalu saya jawab iya karena memang niat saya kalo bisa umroh bersama istri. Tapi saat ini bonus cuma bisa buat berangkat 1 orang saja.

Sempat terfikirkan saya pending berangkat dan saya uangkan saja bonusnya untuk ditabung. Tapi istri selalu bilang “gak papa yah, ayah berangkat saja, nanti jangan lupa doakan suatu saat dapat kesana lagi satu keluarga”.

Dari situlah saya semakin semangat untuk dapat bonus lagi, akhirnya saya menemui HRD di perusahaan saya bekerja untuk menanyakan atau menawarkan barangkali ada kolega atau perusahaan lain yang mau umroh bareng kita. Setelah beberapa hari alhamdulillah ada kabar sangat baik dari kolega perusahaan tempat saya bekerja yaitu mau berangkat umroh bareng dengan perusahaan saya, malah dengan jumlah jamaah yang lumayan yaitu 30 orang.

Fix saya berangkat umroh bersama istri tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun malah masih diberikan uang saku dari biro senilai 10 juta.

Akhirnya saya berangkat dengan istri bersama rombongan jamaah dari perusahaan tempat saya bekerja.

Dari situlah kehidupan saya berubah. Sepulang dari umroh Allah masih saja memberikan kejutan yaitu hamilnya istri sepulang umroh. Mashaa’ Allah nikmat allah yang diberikan kepada kami bertubi tubi dan sangat luarbiasa.

Semoga kisah saya ini dapat menjadi inspirasi bagi saudaraku semua, bukan hal yang tidak mungkin bagi sesorang yang mau berusaha. Matematika manusia sangatlah berbeda dengan matematika Allah. Selalu ikhtiar dan tawakal dan yang paling penting adalah sabar selalu berkhusnuzon kepada allah.

Saran bagi saudaraku yang mau mengikuti jejak saya berangkat umroh gratis silahkan datang ke biro umroh silahkan tanyakan adakah promo atau kebijakan seperti yang telah saya dapatkan. Semoga allah mempermudah urusan saudaraku semua

Dari pada umroh dan haji berkali-kali, mending uangnya buat sedekah?

Sebuah pernyataan dari seseorang tentang bolak balik (sering) umroh dan haji.

Si fulan sambil menggerutu melontarkan pernyataan yang tidak seharusnya di ucapkan seorang muslim.

“Percuma Haji dan umrah dan haji berkali-kali tapi jarang sedekah untuk anak yatim” “
Dari pada umroh dan haji berkali kali, mending uangnya digunakan untuk bersedekah kepada anak yatim dan orang miskin”.

Perlu diketahui bahwa pernyataan di atas adalah “TIDAK BENAR / SALAH”.

Karena termasuk membenturkan atau membandingkan ibadah satu dengan ibadah yang lainnya.

Sekarang pilih mana puasa ramadhan atau shalat fardhu?

Apakah seorang muslim akan memilih 1 dari pilihan itu? Tentu saja tidak, karena kedua ibadah itu hukumya wajib dan berdosa bagi yang meninggalkannya. Begitu juga dengan ibadah-ibadah lainnya. Yang namanya ibadah tidak perlu dibenturkan dan bisa dilakukan secara bersamaan. Apabila bisa dan mampu umrah dan haji berkali-kali sekaligus banyak bersedekah kepada faqir miskin, kenapa tidak? Terlebih umrah dan haji justru akan mendatangkan rezeki yang berlipat serta berkah bagi yang melakukannya dengan niat karena Allah Ta’ala. Keutamaan ibadah umrah & haji salah satunya adalah bisa mendatangkan rezeki serta menghilangkan kemiskinan.

Bisa jadi karena sering umrah dan haji kemudian menjadi sebab datangnya rezeki dan keberkahan sehingga dimudahkan untuk bersedekah kepada anak yatim dan fakir miskin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Haji dan umrah dapat meghilangkan kemiskinan:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran api menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” [HR. Tirmidzi, Al-Silsilah As-Shahihah no. 1200].

Jadi bukan berarti orang yang sering umroh dan haji berkali kali tidak suka bersedekah. Dan bagi yang sering dan mampu untuk umroh dan haji berkali-kali silahkan saja, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Ka’bah Disterilkan dengan Teknologi Ozon?

Pandemi virus corona mengharuskan tiap negara berusaha maksimal melakukan pencegahan penularan COVID-19. Hal ini dilakukan Pemerintah Saudi dengan menjaga kebersihan Ka’bah yang terletak di Masjidil Haram, Mekah.

Dalam tweet yang diunggah Saudi Press Agency di @SPAregions, Presiden Umum Urusan Masjid Agung dan Masjid Nabi di Mekah dan Medina, Arab Saudi, Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais ikut serta dalam sterilisasi Ka’bah. Dia tampak menggunakan teknologi baru untuk membersihkan kiblat seluruh muslim saat sholat.

“Presiden Umum Dua Masjid Suci meluncurkan teknologi sterilisasi baru (Ozon Tech),” tulis kantor berita SPA dalam Twitternya dipantau AmanuNews (29/4/2020).

Ozon tech atau teknologi ozon yang digunakan untuk membersihkan Ka’bah ternyata bukan metode baru dalam sterilisasi. Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC, ozon menjadi salah satu metode dalam panduan disinfeksi dan sterilisasi fasilitas kesehatan.

Partikel ozon sebelumnya digunakan sebagai dalam usaha disinfeksi air minum selama beberapa tahun. Ozon berasal dari oksigen yang diberi energi tambahan hingga molekulnya terpisah. Molekul tersebut kemudian menempel pada yang masih berpasangan hingga menjadi O3.

Hasilnya Ozon adalah oksigen dengan molekul O tambahan yang tidak terikat dengan kuat. Tambahan O ini siap menempel dan menimbulkan reaksi oksidasi pada molekul lain. Reaksi inilah yang kemudian membunuh berbagai jenis mikroorganisme yang merugikan kesehatan. Namun ozon atau trioksigen untuk sterilisasi ini bersifat sangat tidak stabil.

Sterilisasi dengan ozon disahkan FDA pada Agustus 2003 untuk membersihkan peralatan medis yang digunakan ulang. Penggunaan sterilisasi ozon terbukti efektif digunakan pada berbagai bahan peralatan medis yaitu stainless steel, titanium, anodized aluminum, keramik, kaca, silica, PVC, Teflon, silikon, polypropylene, polyethylene, dan acrylic.

Penggunaan ozon untuk sterilisasi yang mencegah penyebaran virus corona, telah direkomendasikan profesor Zhou Muzhi ketua Cloud River Urban Research Institute. Tulisan ini diunggah di situs China.org.cn.

Menurut Muzhi, ada tiga alasan yang menyebabkan ozon sebaiknya digunakan dalam usaha sterilisasi. Alasan pertama adalah molekul ozon bisa menjangkau seluruh wilayah tanpa kecuali. Ozon yang diproduksi ozone generators atau electrostatic air purifiers mampu membersihkan hingga area yang tersembunyi. Kelebihan ini tidak dimiliki sinar ultraviolet yang pergerakannya terbatas, sehingga menyisakan tempat yang belum disterilisasi.

Kelebihan lain adalah tidak menyisakan zat beracun yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Ozon berbeda dengan cairan pembersih kimia dengan efek samping yang mungkin berbahaya. Dampak negatif tersebut tak hanya ditimbulkan cairan pembersih, tapi juga residu yang dihasilkan dari reaksi kimia. Penggunaan zat kimia berbahaya untuk sterilisasi, kini harus mulai diperhatikan dampaknya di tengah pandemi COVID-19 yang belum selesai.

Penggunaan ozon untuk sterilisasi juga dinilai nyaman bagi masyarakat umum atau pekerja medis. Ozon dihasilkan alat yang penggunaannya sangat praktis sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk kamar atau tempat tinggal, bisa digunakan ozone generators dengan kapasitas terbatas. Sedangkan untuk fasilitas umum atau transportasi bisa digunakan ozon generators berkapasitas lebih besar.

Baca juga :
Paket Umroh Hemat Solo Langsung Madinah di bulan September 2020

Pasang alat ini untuk cegah merebaknya virus corona di Makkah

Syaikh Abdurahman As Sudais mengecek penggunaan Kamera Thermal pada pintu masuk ke Masjidil Haram di Makkah dan pintu ke Masjid Nabawi Madinah. Bukan hanya kamera saja yang disipakan namun tim medis dari Kemeterian Kesehatan juga dikerahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pembersihan serta penyemprotan anti virus atau desinfectan juga terus dilakukan dengan standart internasional.

Kabar terbaru dari Syaikh As Sudaish bahwasannya Masjidil haram dan Masjid Nabawi akan dibuka kembali secepatnya untuk umroh. Kemungkinan besar adalah ibadah haji tahun 2020 dapat dilaksanakan dan khususnya untuk jamaah dari Indonesia dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan mendapatkan pahala haji yang mabrur.

Berharap semua akan kembali seperti biasanya, Arab Saudi membuka kembali akses untuk ibadah umroh dan haji untuk tahun ini.

Baca juga : Paket Haji langsung berangkat tahun ini.

Makkah kembali dibuka?

Selama masa pandemi virus covid-19 pada akhir februari lalu, Masjid al Haram telah menutup pintu dan melarang thawaf dan sa’i serta menunda aktivitas umrah sampai dengan pembatasan jamaah shalat. Alhamdulillah di akhir bulan april ini kabar terbaru menyebutkan dari Syaikh As Sudaish bahwasannya Masjidil haram dan Masjid Nabawi akan dibuka kembali untuk thawaf, sa’i dan juga sholat di roudhoh.

Baca juga : Arab saudi memasang alat ini untuk cegah merebaknya virus covid19 di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sehubungan dengan akan dibukanya dua mesjid utama para umat muslim diseluruh dunia, pihak kerajaan akan memenuhi standar keamanan dengan memasang kamera pemantau suhu tubuh dan juga petugas medis dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang disiagakan diarea Mesjid guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Semoga ibadah haji tahun 2020 ini dapat kembali dibuka dan khususnya untuk jamaah haji Indonesia agar dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan mendapatkan pahala haji yang mabrur. Aamiin

Baca juga : Paket Haji langsung berangkat tahun ini.

Baca juga : Paket Haji murah langsung berangkat tahun ini.

Siapa bilang cobaan tak berujung?

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata :

ﻓﺈﻳﺎﻙ ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺴﺘﻄﻴﻞ ﺯﻣﺎﻥ ﺍﻟﺒﻼﺀ ، ﻭﺗﻀﺠﺮ ﻣﻦ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ؛ ﻓﺈﻧﻚ ﻣﺒﺘﻠﻰ ﺑﺎﻟﺒﻼﺀ ، ﻣﺘﻌﺒﺪ ﺑﺎﻟﺼﺒﺮ ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ، ﻭﻻ ﺗﻴﺄﺱ ﻣﻦ ﺭﻭﺡ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﺇﻥ ﻃﺎﻝ ﺍﻟﺒﻼﺀ

“Maka waspadalah engkau dari sikap menganggap panjang masa ujian yang menimpa dan mengeluh karena telah banyak berdoa. Karena engkau sedang diuji dengan cobaan, beribadah dengan kesabaran dan doa. Maka janganlah merasa berputus asa dari rahmat Allah, meskipun cobaan itu terasa panjang.”

Istiqomah itu berat

Istiqomah adalah terus komitmen pada kebenaran dan terus beribadah. Orang yang bisa istiqomah, sungguh sangat berat dan menakjubkan. Bahkan itu lebih menakjubkan daripada seseorang yang terus menerus beribadah lalu menjauh dari dunia.

Disebutkan dalam kitab Hilyatul Auliya’ beberapa perkataan ulama berikut.

وحدثنا ابن المبارك عن بكار بن عبدالله قال سمعت وهب بن منبه يقول مر رجل عابد على رجل عابد فقال مالك قال عجبت من فلان انه كان قد بلغ من عبادته ومالت به الدنيا فقال بعجل  لا تعجب ممن تميل به الدنيا ولكن اعجب ممن استقام

Ibnul Mubarok menceritakan dari Bakkar bin ‘Abdillah, ia berkata bahwa ia mendengar Wahb bin Munabbih berkata, ada seorang ahli lewat di hadapan ahli ibadah yang lain. Ia pun berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Dijawablah, “Aku begitu takjub pada si fulan, ia sungguh-sungguh rajin ibadah sampai-sampai ia meninggalkan dunianya.” Wahb bin Munabbih segera berkata, “Tidak perlu takjub pada orang yang meninggalkan dunia seperti itu. Sungguh aku lebih takjub pada orang yang bisa istiqomah.” (Hilyatul Auliya’, 4: 51).

Karena memang istiqomah itu berat sampai-sampai ulama yang bernama Muhammad bin Al Munkadar berkata,

كابدت نفسي أربعين سنة حتى استقامت

“Aku telah menahan diriku selama 40 tahun hingga aku bisa istqomah.” (Hilyatul Auliya’, 3: 146).

Ibnul Mubarok ditanya, bagaimakah seseorang bisa jadi mulia,

بالاستقامة

“Yaitu dengan istiqomah.” (Hilyatul Auliya’, 3: 40).

Dan istiqomah memang dituntut terus hingga mati. Mengenai firman Allah,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا

” Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka terus istiqomah” (QS. Fushshilat: 30), kata Mujahid,

فلم يشركوا حتى ماتوا

“Mereka tidaklah berbuat syirik sampai mati.” (Hilyatul Auliya’, 3: 300)

Ketika kita takut memberi

Saudaraku … Perlu kita tahu bahwa kesuksesan, begitu pula kekayaan yang Allah anugerahkan itu semua hanyalah pemeberian dan titipan dari-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)

Ayat ini jelas menunjukkan bahwa harta hanyalah titipan Allah karena Allah Ta’ala firmankah (yang artinya), “Hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.” Hakikatnya, harta tersebut adalah milik Allah. Allah Ta’ala yang beri kekuasaan pada makhluk untuk menguasai dan memanfaatkannya.

Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan, “Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta itu milik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi. Siapa saja yang menginfakkan harta pada jalan Allah, maka itu sama halnya dengan seseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya. Dari situ, ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak. ”

Al Qurtubhi rahimahullah sekali lagi mengatakan, “Hal ini menunjukkan bahwa harta kalian pada hakikatnya bukanlah milik kalian. Kalian hanyalah bertindak sebagai wakil atau pengganti dari pemilik harta yang sebenarnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan harta tersebut di jalan yang benar sebelum harta tersebut hilang dan berpindah pada orang-orang setelah kalian. ”

Jika seseorang mengerti dan paham investasi dan infak di jalan Allah sama sekali tidaklah mengurangi harta. Cobalah renungkan baik-baik firman Allah Ta’ala,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).Lihatlah bagaimanakah penjelasan yang amat menarik dari Ibnu Katsir rahimahullah mengenai ayat ini. Beliau mengatakan, “Selama engkau menginfakkan sebagian hartamu pada jalan yang Allah perintahkan dan jalan yang dibolehkan, maka Allah-lah yang akan memberi ganti pada kalian di dunia, juga akan memberi ganti berupa pahala dan balasan di akhirat kelak.”

Lihatlah bagaimanakah penjelasan yang amat menarik dari Ibnu Katsir rahimahullah mengenai ayat ini. Beliau mengatakan, “Selama engkau menginfakkan sebagian hartamu pada jalan yang Allah perintahkan dan jalan yang dibolehkan, maka Allah-lah yang akan memberi ganti pada kalian di dunia, juga akan memberi ganti berupa pahala dan balasan di akhirat kelak.”

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
× Hubungi Kami