Wakaf Pembebasan Tanah Untuk Ma’had Tahfidzul Qur’an Izzah Zam Zam

Mau hartamu abadi dan jariah terus mengalir ?
Ayo berwakaf, karena hartamu yang sesungguhnya adalah apa yang kamu sedekahkan.

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”
(QS Ali Imran: 92).

Ayo Bantu Wakaf Pembebasan Tanah Untuk Ma’had Tahfidzul Qur’an !!!

  • Luas Tanah : 5.000 m2
  • Dana yang dibutuhkan : 375.000.000
  • Alamat Tanah Pembebasan : Gledegan, Karanglor, Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Dicari Orang Baik !!

Semoga dengan bantuan Kaum Muslimin dan partisipasi dari para donatur Allah permudah semuanya dan segera terwujud Ma’had Tahfidzul Qur’an Izzah Zam Zam.

Laporan sementara dana wakaf yang masuk / 20 Mei 2021
(1) Sri kustini : 500.000
(2) Hamba Allah : 750.000
(3) Farah Diba : 500.000
(4) Bani Toyyibi : 10.000.000
(5) Iriana : 1.000.000
(6) Ali : 1.000.000
(7) Sulardi : 200.000
(8) Hariningsih: 100.000
(9) Subini : 100.000
(10) Hamba Allah : 110.000
(11) Abu Bakar Baktir (Alm) & Bapak Ibu Sutarmi (Alm, Almh) : 30.000.000
(12) Hamba Allah : 1.875.000
(13) Keluarga Nurhaini: 2.000.000
(14) Hamba Allah : 750.000
(15) Zuhdiyah 300.000
(16) Hamba Allah : 225.000
(17) Siti Munawwarah : 200.000
(18) Yuria : 300.000
(19) Hamba Allah 300.000
(20) Hamba Allah 400.000
(21) Hadhirotul Mukosiyah: 300.000
(22) Heri Kreasindo 2.785.000
(23) Retno 1.000.000
(24) Puji 500.000
(25) Lastri 1.000.000
(26) Desi Wijayanti 200.000
(27) Mukarom 900.000
(28) Atik 500.000
(29) Endang Ungsiati 375.000
(30) Hamba Allah 1.000.000
(31) Dyah Purwani 450.000
(32) Hamba Allah 1.000.000
(33) Hamba Allah 150.000
(34) Hamba Allah 200.000
(35) Purwanti 800.000
(36) Vicky 300.000
(37) Hamba Allah 300.000
(38) Hamba Allah 750.000
(39) Lisa 500.000
(40) Aini 500.000
(41) Hamba Allah 600.000
(42) Hamba Allah 450.000
(43) Hamba Allah 1.000.000
(44) Hamba Allah 200.000
(55) Hamba Allah 1.000.000
Total sementara: 67.370.000

Ayo Bantu Wakaf Pembebasan Tanah Untuk Ma’had Tahfidzul Qur’an Izzah Zam Zam

Konfirmasi Setelah Transfer:
085773779746
[ Ust. Agung ] | 082133544723 [ Ust. Iqbal ]

Dengan Cara Ketik :
Nama#jumlah donasi#DONASI PEMBEBASAN LAHAN MA’HAD IZZAH ZAMZAM

Mari jadikan harta yang Allah amanahkan kepada kita sebagai bekal dan investasi untuk meraih kebahagiaan yang hakiki nan abadi di akhirat kelak.

Semoga Allah membalas segala kebaikan anda dengan kebaikan yang lebih baik,banyak dan berkah.Serta menjadikan simpanan kebaikan dihari yang tak lagi berguna harta dan anak anak kita…

Jazaakumullahu Khairan wa Barakallahu fiikum

Puasa Adalah Perisai

Puasa Ibadah yang Istimewa

Puasa adalah ibadah yang istimewa karena memiliki banyak keutamaan. Di antara keistimewaannya yaitu puasa merupakan perisai bagi seorang muslim. Dalam sebuah hadits, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

Puasa adalah perisai” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Puasa sebagai Perisai di Dunia dan Akhirat

Yang dimaksud puasa sebagai (جُنَّةٌ) (perisai) adalah puasa akan menjadi pelindung yang akan melindungi bagi pelakunya di dunia dan juga di akhirat.

  • Adapun di dunia maka akan menjadi pelindung yang akan menghalanginya untuk mengikuti godaan syahwat yang terlarang di saat puasa. Oleh karena itu tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk membalas orang yang menganiaya dirinya dengan balasan serupa, sehingga jika ada yang mencela ataupun menghina dirinya maka hendaklah dia mengatakan, “Aku sedang berpuasa.”
  • Adapun di akhirat maka puasa menjadi perisai dari api neraka, yang akan melindungi dan menghalangi dirinya dari api neraka pada hari kiamat (Lihat Syarh Arba’in An-Nawawiyyah, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah).

Puasa Merupakan Perisai dari Siksa Neraka

Puasa akan menjadi perisai yang menghalangi dari siksa api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا

“Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya” (H.R. Ahmad, shahih).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka” (H.R. Ahmad, shahih).

Puasa Sebagai Perisai dari Berbuat Dosa

Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan, “Puasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan jelek yang merusak. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Perisai (جُنَّةٌ) adalah yang melindungi seorang hamba, sebagaimana perisai yang digunakan untuk melindungi dari pukulan ketika perang. Maka demikian pula puasa akan menjaga pelakunya dari berbagai kemaksiatan di dunia, sebagaimana Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Al-Baqarah: 183).

Jika hamba mempunyai perisai yang melindunginya dari perbuatan maksiat maka dia akan memiliki perisai dari neraka di akhirat. Sedangkan bagi yang tidak memiliki perisai dari perbuatan maksiat di dunia maka dia tidak memiliki perisai dari api neraka di akhirat (Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam).

Keutamaan Ini Mencakup Puasa Wajib dan Sunnah

Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan, “Maksudnya puasa adalah penghalang antara dirinya dengan api neraka. Hal ini mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti puasa enam hari di Bulan Syawal, puasa senin-kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dzulhijjah, puasa ‘Arafah, dan puasa ‘Asyura” (Lihat Al-Minhatu Ar-Rabaniyyah fii Syarhi Al-Arba’in An-Nawawiyyah).

Inilah di antara keutamaan ibadah puasa, yang akan menjadi perisai yang melindungi seorang muslim di dunia dan di akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk menyempurnkan ibadah puasa dan meraih banyak pahala dan berbagai keutamaannya.

Sumber & Repost: https://muslim.or.id/